Bila
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 28, 2021
Ini hanyalah sebuah kisah klise biasa. Yang mungkin dapat ditebak alurnya. Tapi bukan takdir namanya jika tak berubah tanpa perlu bertanya. Dan ini perihal aku, seseorang yang masih terjebak dalam masa lalu. ~~~~~ "Apa yang membuatmu lebih menyukai fajar dibanding senja?" Ujar Joan. Pandangannya lurus, menatap sang surya yang perlahan mulai menampakkan sinarnya. "Karna hanya sang fajarlah yang mampu menarikku dari gelapnya mimpi-mimpi yang selalu ku lewati." Ucap Bila seraya menarik kedua ujung bibirnya membentuk sebuah senyum kecil. Dan matanya berbinar tatkala sinar mentari semakin merangkak naik. "Semoga aku juga bisa menjadi sang fajar yang akan selalu menerangimu dari gelapnya mimpi-mimpi itu." Joan berkata sembari menolehkan sedikit pandangannya ke arah Bila. "Ya, semoga.." suara hati Bila menyahut. Pandangannya pun mulai berkaca-kaca. Ya. Diam-diam ia mengiyakan perkataan itu. Kata-kata yang akan selalu ia ingat sampai kapanpun.
All Rights Reserved
#24
joan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Red [Cerita Pendek]
  • Arunika
  • Semu [Completed]
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • Resya's Journey Of Life?
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines