Namaku Raka. Usiaku 27. Dan aku bisa masuk ke dalam ingatan orang-asal mereka menyentuhku saat sedang mengingat sesuatu yang sangat emosional. Aku nggak tahu ini kutukan atau anugerah. Yang jelas, setiap kali aku "melompat", aku kehilangan satu memori milikku sendiri. Pagi itu, aku duduk di taman belakang rumah sakit jiwa tua yang hampir tak terpakai. Ada seorang perempuan duduk di bangku besi karatan, memeluk lutut. Rambutnya seperti malam yang baru saja diguyur hujan. Namanya Aluna. Aku mengenalnya kemarin. Atau seminggu lalu? Entahlah. Ingatanku mulai bolong-bolong. "Aku pernah membunuh seseorang," katanya lirih, tanpa melihatku. Tangannya menyentuh ujung jaketku. Dan sebelum sempat kutarik, tubuhku jatuh. Gelap. Kemudian... cahaya merah. Pohon. Bunga-bunga seperti percikan kembang api menggantung dari rantingnya. Dan di bawah pohon itu, seorang lelaki muda tergeletak. Darah mengalir dari perutnya, membasahi akar-akar yang mencengkeram tanah. Aluna berdiri di atasnya, menggenggam pisau. Tapi anehnya... wajah lelaki itu sama persis denganku.
Detail lengkap