Painful Departure

Painful Departure

  • WpView
    Membaca 38
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 14, 2019
Kenalin, nama gue Arka gibran gunawan. biasa di panggil arka. umur gue 16 tahun, gue duduk di bangku kelas X. Humam humam berkata kalau gue tampan, dan gue adalah cowo favorit di SMA Merpati. Di SMA itu, gue bertemu dengan seorang gadis. Nama gadis tersebut adalah Korry ,seorang gadis yang bisa menarik perhatian gue. Tapi Kisah cinta gue terlalu sulit untuk kalian mengerti?terlalu sakit untuk dijalani:'). Dan sayangnya gue engak bisa menjaga gadis tersebut dengan sepenuh raga gue,karna apa? Kalian tahu?... dan apakah kisah cinta gue bakal berakhir bahagia atau sedih?.. *dapatkah arka dan korry bahagia setelah apa yang korry tau tentang semuanya:'))
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PENGELANA INGATAN
  • My Perfect Arland
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Pacar Ku Seorang Anak Geng [On Going]
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Semesta (offGun)

Namaku Raka. Usiaku 27. Dan aku bisa masuk ke dalam ingatan orang-asal mereka menyentuhku saat sedang mengingat sesuatu yang sangat emosional. Aku nggak tahu ini kutukan atau anugerah. Yang jelas, setiap kali aku "melompat", aku kehilangan satu memori milikku sendiri. Pagi itu, aku duduk di taman belakang rumah sakit jiwa tua yang hampir tak terpakai. Ada seorang perempuan duduk di bangku besi karatan, memeluk lutut. Rambutnya seperti malam yang baru saja diguyur hujan. Namanya Aluna. Aku mengenalnya kemarin. Atau seminggu lalu? Entahlah. Ingatanku mulai bolong-bolong. "Aku pernah membunuh seseorang," katanya lirih, tanpa melihatku. Tangannya menyentuh ujung jaketku. Dan sebelum sempat kutarik, tubuhku jatuh. Gelap. Kemudian... cahaya merah. Pohon. Bunga-bunga seperti percikan kembang api menggantung dari rantingnya. Dan di bawah pohon itu, seorang lelaki muda tergeletak. Darah mengalir dari perutnya, membasahi akar-akar yang mencengkeram tanah. Aluna berdiri di atasnya, menggenggam pisau. Tapi anehnya... wajah lelaki itu sama persis denganku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan