Sajak Penantian

Sajak Penantian

  • WpView
    Membaca 603
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 21
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 22, 2025
Perlahan warna bola matamu terlihat samar dalam ingatan. Suara tawamu perlahan kian tak terdengar. Senyummu semakin jarang kulihat. Hingga yang tersisa hanya punggungmu yang menjauh perlahan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#225
menanti
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • LOVE F² [ Selesai✓ ]
  • ROMANSA KATA
  • Kata Terpendam
  • Just Words
  • Be My Love ✅
  • I Missed You
  • Kisah Kita Dan Hujan
  • Poetry Sad
  • KAIFA HALUKI??

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan