Ombrophobia

Ombrophobia

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 14, 2019
Rintik hujan turun membasuh Ibu Gaia. Luka menggenang di pelupuk mata. Gurau senda terlupa, seakan tak berbekas. Rintihan terus mengalir. Cinta menghilang dalam sekejap. Benci merasuk dada. Penuh penyesalan teramat sangat. Mengapa takdir begitu membencinya? Mengapa perih terus menjalar tak terhenti? Adakah seseorang mampu menghapus luka? Adakah?
All Rights Reserved
#7
grim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rintik Terakhir (END)
  • Ombrophobia (COMPLATE)
  • JUDUL
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Poison Of Love
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Rainie ( END )
  • Debur Ombak
  • I HATE THE RAIN [TERBIT]
  • AZKIA [END]

"Aku tau semua rasa milikMu Tuhan, Tapi bisakah kupinjam rasa bahagia ini untuk bersamanya ?" -Aksara Abrisam- Rintik hujan yang menenangkan, apakah dia sedang mengantar kedamaian untuk jiwa seseorang yang penuh luka itu ? Atau justru menemani kisah bahagia yang baru saja dimulai ? Tapi, satu kuncinya ["Yakinlah, akan ada pelangi setelah hujan. Bukankah takdir Tuhan itu selalu baik ?"] AKSARA DAN ASHAKIRA | Rintik Terakhir |40 Hari Bersama Hujan |

More details
WpActionLinkContent Guidelines