Story cover for Edelweiss by maygalgaze
Edelweiss
  • WpView
    GELESEN 403
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 17
  • WpView
    GELESEN 403
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 17
Laufend, Zuerst veröffentlicht Feb. 13, 2019
[Based on true story and daily activity, tetapi ada beberapa momen yang fiksi, semua nama orang disini disamarkan, namun selebihnya cerita ini akan mengulik perjalanan seseorang dalam menemukan versi terbaik dari dirinya]

Tulisan ini, didedikasikan untuk hati yang telah terlatih patah hati, hati yang tak pernah lelah, hati yang selalu mau belajar dari pengalaman. Menyangkut masalah hati, tidak melulu soal jatuh cinta, namun tentang bagaimana hidup adalah sebuah perjuangan yang indah bila dinikmati prosesnya. Jika di masa lalu ada hal yang tidak sempat tercapai atau gagal atau hal buruk terjadi, tidak perlu disesali, hanya perlu diingat kebaikan dan hikmah yang dapat diambil. Dengan begitu, hidup akan menjadi lebih tenang dan bahagia karena hal yang hanya perlu diingat adalah kebahagiaan yang meski tidak berlanjut dengan seseorang yang diharapkan akan mengarungi pasang surut perasaan dan kehidupan yang fana ini.

Pengalaman ini kunamakan "Edelweiss", mengapa? Bunga ini tentunya tidak asing bagi para pendaki gunung. Edelweiss merupakan sebuah bunga yang mampu bertahan hidup di tanah yang miskin air atau unsur hara. Dalam hidupnya, edelweiss terus berjuang, sehingga sebisa mungkin ia memberikan dampak yang baik bagi sekitarnya, termasuk para pendaki gunung. Edelweiss mampu menjadi obat bagi para pendaki ketika mereka kelelahan.

Kehidupan pun seperti itu. Penuh perjuangan dan pengorbanan. Ada saatnya kehidupan akan membawamu pada titik teratas dan terbawah. Tapi yang perlu diingat, seberat apapun masalah yang dihadapi, teruslah berjuang agar apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi sekitar.

Update chapter ketika author sedang dalam mood menceritakan~
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Edelweiss zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#244waktu
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Estar en Flor von hwangmetii
28 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Perjalanan itu membuatku berpikir banyak hal. Kemana kita akan pergi? Kemana tujuan akhir ini? Apa yang menanti di garis akhir? Di sudut hatiku berharap ia, tapi bukankah yang seperti itu hanya ada pada dongeng dalam buku. Kenyataannya, dia sungguh tak berpijak dimanapun. Dia enggan pergi, enggan pula melangkah mendekat lagi. Memandangku dari tempat yang tak terlihat, tiba-tiba saja mengusikku lagi di kala hujan. "itu namanya kenangan,'' kata mereka. Seolah semua rasa sesak yang ditimbulkan adalah normal, seolah tak ada apapun yang salah. Sementara aku dan dia berada dalam ketidakpastian. Tapi itu adalah kehidupan. Kau tidak bisa menyangkalnya, kau hanya bisa menerimanya. Meksi keajaiban tak selalu terjadi, bukan berarti tak akan terjadi. Cinta adalah misteri. Tak seorang pun tahu kapan datangnya dan pada siapa perasaan itu jatuh. Kenangan-kenangan menjadi bagian yang tak dapat dihilangkan dari setiap diri, menjadi penentu bagaimana harus melangkah. Pemikiranku yang kemarin dan hari ini, mungkin saja berbeda karena aku telah lebih memahami jawaban dari semesta. Maka pilihan terbaik adalah memanfaatkan waktu semasa hidup sebaik mungkin. Menyampaikan apa yang belum sampai, melakukan apa yang harus dilakukan. Kebanyakan dari manusia akan menyesali apa yang tidak pernah mereka lakukan ketimbang apa yang telah mereka lakukan. Dan tiap perjalanan akan sampai pada tujuannya, yaitu bahagia. Kisah cinta yang lain seperti lagu yang sering kami dengarkan. Baik perlambangan cinta sejati maupun kematian, bunga krisan yang mekar itu tetap akan mekar tak peduli bagaimana pemikiran orang terhadapnya. Begitu pula lah perasaan manusia. Hal yang tak pernah membosankan untuk dipelajari. Pada akhirnya, bunganya telah mekar dengan makna yang tepat. Bunga krisan dengan perlambangan cinta yang setia dan kematian. Bunga itu adalah tentang aku dan dirinya. Estar en Flor. It will bloom.
Jangan Bermain Cinta dengan Mapala von cira_aiko
19 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Berkisah tentang dua sosok yang bertolak belakang. Dipertemukan di lembah kasih, lembah Mandalawangi. Ketika senja menari bagai parade alam yang tak hentinya menghibur mata. Rinjani dengan pembawaannya yang tenang. Sementara Arjuna egois, keras kepala, tapi penyayang. Keindahan Mandalawangi seperti menyihir siapapun yang mengunjunginya. Merayu mereka untuk kembali lagi dan lagi. Entah untuk menikmati edelweis di Lembah Kasih atau senja menyapa di ufuk barat. Entah bisa disebut love at the first sight atau hanya sekadar berjumpa, ada sesuatu yang mengusik hati keduanya. Waktu sempat memisahkan, namun takdir mempertemukan keduanya kembali dengan cara yang tak terduga. Semua berjalan bagai aliran sungai tanpa jeram. sampai badai datang mengusik ketenangan langit. Sebuah insiden di lereng merapi kembali menorehkan luka di hati Rinjani serta menimbulkan masalah beruntun. Arjuna pun sempat dilanda dilema karena kehadiran seseorang di masa lalunya. Namun, tak ada masalah yang tak ada jalan keluarnya. Selalu ada pelangi selepas badai pergi. Kisah cinta yang cukup rumit dan unik. Diselingi masalah seputar dunia pecinta alam dan eratnya tali persaudaraan mereka. Turut serta menyajikan setiap sudut keramahan dan keindahan jogja. Cocok untuk dibaca bagi siapapun yang ingin lebih mengenal dunia pecinta alam. Yang bukan sekedar menaklukkan ganasnya alam, namun ada hal-hal tertentu yang mungkin tidak pernah dijelaskan.
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
Estar en Flor cover
Antara Pilihan Berat Kamu Atau Dia { HIATUS } cover
Kamu Seindah Edelweiss  cover
Sedekat Nadi Sejauh Matahari [BELUM REVISI] cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
Jangan Bermain Cinta dengan Mapala cover
Edelweis ☆゚.*・。゚ cover
Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓ cover
Don't Be Angry cover

Estar en Flor

28 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Perjalanan itu membuatku berpikir banyak hal. Kemana kita akan pergi? Kemana tujuan akhir ini? Apa yang menanti di garis akhir? Di sudut hatiku berharap ia, tapi bukankah yang seperti itu hanya ada pada dongeng dalam buku. Kenyataannya, dia sungguh tak berpijak dimanapun. Dia enggan pergi, enggan pula melangkah mendekat lagi. Memandangku dari tempat yang tak terlihat, tiba-tiba saja mengusikku lagi di kala hujan. "itu namanya kenangan,'' kata mereka. Seolah semua rasa sesak yang ditimbulkan adalah normal, seolah tak ada apapun yang salah. Sementara aku dan dia berada dalam ketidakpastian. Tapi itu adalah kehidupan. Kau tidak bisa menyangkalnya, kau hanya bisa menerimanya. Meksi keajaiban tak selalu terjadi, bukan berarti tak akan terjadi. Cinta adalah misteri. Tak seorang pun tahu kapan datangnya dan pada siapa perasaan itu jatuh. Kenangan-kenangan menjadi bagian yang tak dapat dihilangkan dari setiap diri, menjadi penentu bagaimana harus melangkah. Pemikiranku yang kemarin dan hari ini, mungkin saja berbeda karena aku telah lebih memahami jawaban dari semesta. Maka pilihan terbaik adalah memanfaatkan waktu semasa hidup sebaik mungkin. Menyampaikan apa yang belum sampai, melakukan apa yang harus dilakukan. Kebanyakan dari manusia akan menyesali apa yang tidak pernah mereka lakukan ketimbang apa yang telah mereka lakukan. Dan tiap perjalanan akan sampai pada tujuannya, yaitu bahagia. Kisah cinta yang lain seperti lagu yang sering kami dengarkan. Baik perlambangan cinta sejati maupun kematian, bunga krisan yang mekar itu tetap akan mekar tak peduli bagaimana pemikiran orang terhadapnya. Begitu pula lah perasaan manusia. Hal yang tak pernah membosankan untuk dipelajari. Pada akhirnya, bunganya telah mekar dengan makna yang tepat. Bunga krisan dengan perlambangan cinta yang setia dan kematian. Bunga itu adalah tentang aku dan dirinya. Estar en Flor. It will bloom.