Sheza
  • WpView
    Reads 412
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bertemu denganmu seakan kembali pada masa-masa saat aku terjebak dalam suatu hubungan yang tak tau apa namanya. Seolah takdir turut serta mempermainkan ku. ~Arziqi Davian Rafisqy Mauza~ Pengkhianatan membuat luka yang cukup dalam di hati. Rasa kecewa itu membuat ku sulit membuka hati. Sampai kau datang membawa warna baru dalam hidupku. ~Sheza Nazneen Mumtaz al-Fatah~ Melihat senyum manis mu membuatku ingin memilikinya, bukan hanya senyuman ya tetapi pemilik senyum itu juga. Dengan melihat senyum mu aku merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Pertahankan lah senyuman itu untukku ~Faizan Shawqi Ibrahim~
All Rights Reserved
#12
davian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Story Of love  " Ana Uhibukki Fillah "
  • Ikhwan Mualaf
  • SHETAN
  • Syair Cinta Az Zahra
  • Secret Admirer Senior.
  • I Promise You But Not
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • MengenggamMu Dalam Ketaatan [TAHAP REVISI]

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines