°GOMAWO°

°GOMAWO°

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 14, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Senyum mu melukiskan kebahagiaan ku, tak perlu kau balas rasa sayang ku kak. Karna bagi ku penerimaan perlakuan mu atas apa yang aku berikan saja itu cukup, walau aku menahan rasa sakit sedikit. Tapi aku tahu Tuhan tak akan membiarkan hamba nya dalam kesusahan terlalu lama. Mungkin dengan cara ini lah aku bisa membebaskan sedikit rasa sakit ini. Maaf kan aku jika aku membuat kau tak nyaman, tapi aku tak bermaksud. Jika ini adalah yang terakhir kali nya. Maka aku akan ucapan Terima Kasih kak, Gomawo. Aku sayang padamu. ~Dari adik kecil mu -An
All Rights Reserved
#689
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • Bukan Kita D.A.N
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Awesome Lil' Brothers 2
  • sacrifice and love  END (🐻🐰)
  • TIME
  • 𝐒𝐇𝐀𝐊𝐀𝐑𝐓𝐀 (REVISI ULANG)
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines