Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Nathan
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 19, 2019
Satu tahun bersama menjadi sepasang kekasih tak membuat Nathan dan Aurel merasa bosan. Mereka menjalani hubungannya dengan baik, melewati segala suka dan duka. Meskipun dengan sifat Nathan yang cuek justru mampu membuat Aurel semakin cinta padanya. Namun apa yang akan terjadi pada hubungan mereka jika Nathan mulai meninggalkan Aurel hanya karna SAHABAT KECILnya. "Aku capek..." " Ck "
All Rights Reserved
#49
fiksipopuler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • My Boyfriend My Very Good Teacher
  • Never Change [Complete]
  • KETOS i'm sorry ! [Complete]
  • Ruang Tanpa Suara
  • (Not) Secret Admirer |✔|
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Elina- kisah ku
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines