My Love
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2019
Berani mencintai harus berani sakit hati. Itulah salah satu ungkapan cinta yang sering aku dengar. Ketika kalian menjatuhkan hati pada seorang adam, kalian harus berani menanggung resiko yang ada. Seperti galau, sedih dan sakit hati. Segala resiko itu pernah aku rasakan ketika aku baru pertama kali mengenal yang namanya cinta. Hanya cerita abal-abal. Tertarik baca kalau ngak ya ngak papa Walaupun ceritanya abal-abal jangan copas and plagiat. murni ide aku sendiri
All Rights Reserved
#593
ceritaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • MAS WILDAN [END]
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Our Love Story
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Mengapa Harus Jatuh Cinta ?
  • A Trust Behind A Relationship
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines