We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MIANHAE [ VKOOK STORY ]

MIANHAE [ VKOOK STORY ]

  • WpView
    Reads 1,745
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Mianhae Hyung, Kookie memang salah. Jangan tinggalkan Kookie, maafkan kookie yang sudah membuat Hyung berbaring di tempat ini. Hyung sadarlah, jangan tinggalkan Kookie sendirian. Kookie tak ada artinya tanpa Hyung. Hikss" - JJK "Kookie sudahlah. Taehyung akan baik baik saja, jangan menangis. Berdoalah" - KSJ "Tidak Hyung, Penyebab Kecelakaan ini adalah Kookie. Mianhae Tae Hyung" - JJK _____________________ Menceritakan tentang sebuah kisah persahabatan dua anak yang harus hancur karena sebuah kesalahpahaman . Karena keegoisan mereka, mereka tak bisa mengembalikan persahabatan yang buruk menjadi indah kembali Akankah mereka dapat mengembalikan persahabatan mereka ? Yukkk baca ff ini :) Cast : 1. Kim Taehyung 2. Jeon Jungkook 3. Park Jimin 4. Kim Seok Jin 5. Kim NamJoon 6. Jung Hoseok 7. Min Yonggi ( Minta maaf jika ada banyak typo. Terima kasih udah mau mampir di akun ini 🙏💕)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Hyung... Jebal! √
  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • Who are You?!
  • Blossom Tears
  • Give up and let go  (BTS || Kim namjoon)✅
  • Always Okey
  • Don't Ever Change 'Sequel HBC' [VKook] (END)
  • It Wasn't You, Right? (Vkook)

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines