Doa Di Penghujung Sujudku

Doa Di Penghujung Sujudku

  • WpView
    Membaca 488
  • WpVote
    Vote 47
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 15, 2020
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
Takdir yang tertukar menghantarkan hifza pada kesedihan yang mendalam, Kebahagiaan yang seharusnya hifza rasakan, berubah menjadi kesedihan. Takdir yang begitu berat lagi, ketika hifza harus kehilangan orang yang paling ia sayang, penyemangat sekaligus motivasinya dalam menjalani kehidupan telah pergi dengan membawa seribu luka. Namun Allah mempertemukan hifza kembali pada takdirnya yang hilang. Bagaimana akhir dari kisah hidupnya? Aku percaya bahwa akan ada kebahagiaan yang Allah berikan jika aku selalu bersabar dan ikhlas atas semua ketentuan-Nya. Aku bukanlah wanita secantik aisyah, bahkan lebih rendah dari khadijah. Tapi bolehkah aku seperti fatimah yang selalu qana'ah dalam ketetapan yang tak menentu atas sebuah kebahagiaan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • adalah TAKDIR (ongoing)
  • Terangkai Semu (End)
  • HARUSKAH KU PERGI
  • Jika Bukan Takdir (END)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Cinta dalam Doa
  • When Destiny Weeps
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Love is True

Nazra Afida Sabira, gadis yatim piatu tidak memiliki sanak keluarga hidup menumpang pada sahabat orang tuanya. Diusianya yang baru 20 tahun, gadis bermata bulat itu menikah bukan karena keinginannya. Namun tak butuh waktu lama tanpa disadari cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Tentunya karena dia telah menerima takdirnya maka ia harus mencintai yang sudah menjadi suaminya itu. Apakah Nazra salah mencintai suaminya dari tampang? namun tentu saja tidak hanya dari fisik yang ia sukai, ia mencintai suaminya juga karena ketaatannya pada Sang Illahi. Kehidupannya seperti permukaan bumi, tidak hanya melulu mulus seperti halnya samudra, banyak gundukan-gundukan yang hampir membuatnya menyerah. "Oh Allah, apabila bertemu dengannya adalah kebetulan, namun kebetulan itu adalah TAKDIR-MU maka kuatkan lah hatiku teguhkanlah hati ini agar bisa menjalaninya tanpa menyalahi Takdirku yang telah Engkau siapkan. Izinkan aku egois oh Allah, selalu mengharapkan akhir yang bahagia untuk Takdir yang ku jalani " ~Nazra A S Jika hujan adalah kesusahan dan matahari adalah kebahagian Maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat betapa indahnya pelangi warna-warni. ~selamat membaca~

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan