Love Never Promised-cinta tidak pernah menjanjikan apa-apa tanpa pasangan, dan waktu yang tepat.
***
Jihan Salim, di usia 29 tahun, banyak perempuan di luaran sana ingin berada di posisinya. Wajah cantik dan cerdas, karier cemerlang sebagai Account Manager di perusahaan Advertising ternama juga kekasih setia, tampan dan mapan.
Semua telah dia miliki.
Jihan terkenal sebagai wanita Independen era modern, hidup mandiri dan sikeras kepala untuk beberapa orang yang kenal dirinya. Tapi, dia tak peduli karena memang begitulah dirinya.
Waktu berjalan, satu per satu teman-teman yang lain seusianya sudah memiliki prioritas berbeda, suami dan anak. Ditambah keluarga besarnya sudah sering mencibir dan mendesak Jihan untuk tidak pacaran lama-lama.
Awalnya, Jihan tak terganggu, karena yakin dia hanya sedang berjalan sesuai dengan kecepatan hidupnya sendiri, semua adalah proses. Namun, kapasitas menunggu itu ada waktunya. Sampai Jihan mulai merasa bahwa, hubungannya lima tahun tak ada berarti apa-apa tanpa tujuan komitmen yang jelas, ditambah pikiran lainnya mulai merasa hampa dengan siklus sehari-harinya.
Tak sampai di sana, kehadiran pria lain bernama Ruri Narendra pun ikut membuat hari-hari Jihan dipenuhi banyak kejutan. Jihan berusaha tidak pedulikan, terus menghindar karena mendua tidak pernah ada dalam daftar hidupnya. Dia setia pada kekasihnya.
Namun, semua mulai meragu di suatu hari. Apa memang kehidupan seperti ini yang dia ingin, kan? Apa lima tahun bersama jadi jaminan kalau Abhi adalah partner hidupnya? Atau justru kehadiran Ruri membuat Jihan menemukan sesuatu yang berbeda?
"Aku mau lakuin itu sama kamu, Pak."
Cerita tentang Pita mengeksplor banyak hal baru dalam hidup ketika Airlangga menawarkan sebuah kamar di apartemen pribadinya.
Pita hanya seorang gadis 22 tahun yang masih belum menemukan arah untuk masa depannya. Hidupnya selama ini hanya berputar pada keluarganya. Namun, transisi menjadi dewasa menyadarkannya bahwa banyak hal besar yang belum pernah ia ketahui. Sampai takdir mempertemukannya dengan Airlangga, dan dengan kesadaran penuh menginginkan sesuatu yang selama ini menjadi larangan untuknya.
Airlangga hanya pria yang hampir mencapai kepala 4 di masa hidupnya. Fokusnya hanya pada pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaannya. Tidak pernah sekali terbesit untuk mengalihkan perhatiannya pada hal lain, apalagi seorang perempuan. Namun, semua berubah ketika secara impulsif dia menawarkan sebuah kamar untuk tempat bernaung Pita. Terlebih Pita seperti epitome dari kemurnian yang sulit untuk ditolak.
Mature and adult theme
Age gap
Office romance
Sex scene
18+ 21+