Possessive 3 Boys

Possessive 3 Boys

  • WpView
    Reads 1,663
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
{update kalo mood bagus} Mampir sebentar untuk mengintip cerita hidupku, hidupnya atau mungkin hidup kami. Gue seorang gadis yang remaja yang mempunyai tiga orang sahabat yang sangat Posessive akan diri gue. Saking Posessivenya mereka gue harus pacaran diam-diam waktu SMP. Gue malah pernah di bilang Androphobia sama temen-temen SMP gue dan paling menjengkelkan mereka mengiyakan. Tetapi anehnya gue ngga pernah bisa jauhin mereka bertiga dari hidup gue. Karena gue mencintai salah satu dari mereka. Gue sadar akan cintai gue yang ngga pernah terbalaskan dan malah meneruskan rasa cinta itu. Mungkin ngga cinta gue terbalaskan???
All Rights Reserved
#822
masaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi Kegagalan
  • No Longer Mate
  • My Friend and My Bestfriend
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • Jejak Waktu [Complete]

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines