Please Don't Leave Me

Please Don't Leave Me

  • WpView
    Reads 14,950
  • WpVote
    Votes 978
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
Rayan, hidupnya kembali ceria sejak ia bertemu Raina, gadis yang menurutnya sangat aneh yang ternyata membuat hidupnya berubah 360 derajat dari dirinya dahulu yang ibarat es. Sanggupkah ia jika ia benar2 kehilangan Raina untuk selamanya? ---------------------- Saling mencintai bukan tentu selamanya bisa bersama. Walau kedua relung hati menginginkannya, namun suratan takdir tuhan yang tidak sejalan dengan kita dapat memisahkan kita sebesar apapun usaha kita untuk menolaknya. ~Raina Alaya~ ------------------------- Walau aku tidak berhak untuk mengatur jalan takdir kita. Namun aku tetap berhak untuk selalu berdo'a pada tuhan kita agar kau tidak akan pernah dipisahkan dariku untuk selamanya. ~Rayan Pratama~
All Rights Reserved
#1
smalovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Second Time [COMPLETED]
  • Jannah.
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • Azzam [Republish]
  • Assalamu'alaikum Kekasih Halalku
  • Ex or New? [REVISI]
  • Sebuah Rasa
  • Senja dan Langitnya
  • Jif(A)thala
  • Senandung Riana

Benar, aku mengenalinya. Aku mengingat seluruh bentuk lekuk tubuhnya, wajah tampannya, sorotan matanya, bahkan tatanan rambutnya yang selalu menjadi point penting dari setiap penampilannya. Raihansyah Fathureza, pria yang menghabiskan moment semasa kecilnya dengan seorang gadis manis penuh dengan keunikan Laluna Aliya Cantika. Bahkan sebelum aku bertemu denganmu, semua tak akan mungkin lagi sama. Aku percaya bahwa setiap manusia pasti akan berubah, tidak ada dari mereka yang hanya terdiam dalam kisah yang sama. Termasuk, bagaimana hubunganku dengannya. Ada yang berubah? Pasti. Raihan bukan sosok Fathur yang dulu selalu bersamaku. Apa mungkin ia mengingatku di pertemuan kedua? -Laluna Aliya Cantika, 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines