We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stupid
  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Berpusat kepada cerita kebodohan keseharian seorang gadis yang baru memasuki awal remajanya bernama Nesya, ia terlihat seperti anak yang pendiam dan sulit bergaul dengan orang di sekitar nya siapa yang menyangka di balik semua itu terdapat keseruan dan kegialaan yang menyelimuti keseharian bersama dengan yang lainnya Berbeda dengan Nesya,sang kakak justru memiliki watak yang cukup bertolak belakang dengannya namun tidak sepenuhnya,sang kakak justru menjadi panutan dan pusat perhatian untuk sebagain besar orang-orang di sekolahnya Yap tidak hanya itu Nesya juga memiliki beberapa teman yang tidak kalah bodohnya dengan Nesya. Catatan; -typo bertebaran dimana-mana -cerita gaje -di harapkan readers sekalian bisa bijak menanggapi cerita nya -warning! Banyak menggunakan kata kata kasar
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Harsya
  • Bad Queen
  • Satu semester seribu kenangan
  • FRIENDZONE | ✔
  • Harapan
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • ANTARKA [END]

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines