PSYCHIATER or PSYCHOPHAT?

PSYCHIATER or PSYCHOPHAT?

  • WpView
    Reads 3,438
  • WpVote
    Votes 397
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 16, 2021
Joker hanya meringis menatap Harlen saat memasuki ruangannya. 'Dr. Harlen Quinzel', itu yang Joker baca saat melihat name tag Harlen. Dokter Harlen Quinzel, ialah psikiater Joker yang baru. Lalu Harlen duduk di sebrang Joker, mereka hanya dibatasi meja putih biasa. "Apa kau siap, tuan?" "Siap apa, huh? Menciummu?" Harlen hanya memasang muka datar mendengar perkataan Joker tadi "Hahaha, ayolah dokter! Aku hanya bercanda!" "Bercandamu tidak lucu, tuan Joker. Sekarang, kita lakukan beberapa tes dahulu..." Hey guys, I'm comeback! Setelah 2 tahun vakum, saya merasa bersalah:' Ini cerita lama, cuma aku revisi aja, sekalian ngelanjutin. Hope ya like it! Ada beberapa part yang di privasi karena mengandung unsur dewasa
All Rights Reserved
#24
harley
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Escapism: Love At 21st Century
  • My Cute Doctor 2, My Doctor Farrel and My Love Hayden
  • Hai, Pak Dokter! (TELAH TERBIT)
  • (COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta )
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • I call it love
  • Be My Medicine [REVISI]
  • End & Wait  (Revisi)
  • COASS COOPERATE 2.0 [ProduceX101 Ver]

"Aku tahu, aku sakit. Aku bahkan sudah menyusun kata-kata jika akhirnya merasa perlu pergi ke dokter." "Dokter, aku jatuh cinta pada seorang wanita. Yah, berkali-kali sudah aku jatuh cinta pada wanita, dan aku pernah memberikan semua kasih sayang yang aku punya. Tapi yang kali ini lebih rumit. Sangat pelik sampai-sampai mengganggu kejiwaanku. Aku selalu ada untuknya, tapi dia tidak mau memberiku secuilpun. Sedihnya, dia juga 'tidak bisa'..." "Dokter, aku berusaha terus berdamai dan beradaptasi dengan penyakitku. Aku kira semua akan baik-baik saja, hingga dia datang. Awalnya dia memang merupakan obat penghilang rasa sakitku. Dia anestesi yang mampu membuatku tertidur pulas dan penyebab operasi penyembuhanku berjalan lancar. Tapi layaknya obat bius, saat dia menghilang, aku perlahan merasakan sakitnya terbangun dari mimpi indah." "Dia adalah obat bius dan aku tidak sadar kalau aku tidak bisa terus hidup bersamanya. Karena itulah aku mendekatinya, memakainya, lalu jatuh dalam mimpi indah yang akhirnya mengantarkanku pada mimpi buruk abadi." [!!] Rated M for some chapter

More details
WpActionLinkContent Guidelines