PELITA

PELITA

  • WpView
    MGA BUMASA 103
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Feb 15, 2019
"Nisa,kenapa menangis?" tanya mba' A'yun sambil memegang tanganku. "mba' gak serius kan meninggalkan pesantren ini..? mba' gak akan meninggalkan Nisa kan?" desakku pada mba' A'yun. Tanpa berkata sedikitpu mba' A'yun langsung memelukku erat. "serahkan semuanya kepada Allah Nisa" jawab mba' A'yun dengan pelukan hangatnya, pelukan yang penuh dengan kasih sayang hingga ku rasakan ketentraman didalam jiwa.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]
  • Air Mata Cinta
  • Tersurat dalam Sujud (ON GOING)
  • ATHARLA [REVISI]
  • BILIK PESANTREN-KU
  • Love a long
  • Dia dan Doa
  • | Ulfa Eliza | •End•
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • AKU DAN KAMU CINTA ♡

"Lewat kamu aku jadi tahu, bahwa bagian terbesar dalam mencintai adalah mengikhlaskan"-reksa info: karena lagi tahap revisi jadi ada part yang aku unpublish dulu yaa, mohon maaf atas ketidaknyamanan nya, semoga kalian tetep suka yaa

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman