PENJARA KELABU

PENJARA KELABU

  • WpView
    Membaca 874
  • WpVote
    Vote 84
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 26, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Cinta terlahir tanpa mata. Itulah sebabnya cinta tidak tahu seperti apa rupa cahaya. Hanya kegelapan yang selalu menyertai hidupnya. Pagi, sore, senja, baginya sama saja. Gulita. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya cinta mengerti juga betapa pagi dan malam tidaklah sama. Cinta memang buta, tetapi cinta masih memiliki kedua telinga untuk mendengar segala jenis suara. Cinta melihat dunia dengan kedua telinga. CHALYSTA RAINA ATMADJA "Aku akan baik - baik saja selama mataku dipenuhi kegelapan, karena aku buta maka aku tak perlu melihat wajah mereka saat mencampakkan diriku" DAVA ARSENIO ADYTAMA "Hiduplah kau untuk menjadi mata hatiku, dan aku akan menjadi cakrawala pandanganmu yang melihat semua kekejaman dunia"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
dava
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DeaSea
  • Es Batu
  • SENJA KU SENJA MU
  • SECRET
  • Obsesi
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • psychologycal
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan