Abrakanara | Jeno

Abrakanara | Jeno

  • WpView
    Reads 14,966
  • WpVote
    Votes 2,753
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 13, 2021
❝I thought it was a miracle. Then i realize, everything feels strange. They were doing mistaken, bad accident happen to us.❞ Gak ada yang bisa dibuat iri dari seorang Abraham Jeno selain parasnya yang tampan bak pangeran berkuda putih juga otaknya yang cerdas. Semua tertutup dengan sifatnya yang cuek, dingin, juga pemberontak. Namun siapa yang tau, cowok usia tujuh belas tahun itu sudah mempunyai banyak cabang ponsel canggih dimana-mana? 🌸 Waktu Kanara menekan dua belas digit nomor ponsel secara acak, anehnya terhubung dengan suara lembut yang ceria dari seberang sana. Tapi seketika niat jahilnya sirna tergantikan dengan perasaan kalut. Kanara menelepon dirinya sendiri, bagaimana bisa?! 🌸 Kami terus bertanya, kenapa harus kami yang bisa berhubungan dengan masa depan? Awalnya kukira menyenangkan, ternyata ini sebuah kecelakaan. Bagaimana caranya kami berhenti dari labirin gila ini?! - Announcement! I'm so sorry for bringing this news instead of an update after a long long time. I decided to make this book on hold for some reasons. I'm really sorry, but i will do my best to finish this book better. Thank you for reading and giving its feedback💛 Please, wait a little more bestie💛 ©2019, clumsyeoja.
All Rights Reserved
#275
hwall
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • Can I Have You?  [Yang Jungwon]
  • Another World; [ NCT ]
  • Broken melodies
  • 𝐂𝐫𝐨𝐦𝐮𝐥𝐞𝐧𝐭 [𝐋𝐮𝐜𝐚𝐬𝐱𝐘𝐨𝐮]
  • Kembali Untuk Memperbaiki 2 (END)
  • Dunia itu Sempit (SUDAH TERBIT)
  • Vetiti Ludum
  • Linier [Babu Lee]
  • NOJAM & JAEMIN

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines