Dentist I am In love

Dentist I am In love

  • WpView
    Reads 28,192
  • WpVote
    Votes 1,231
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2020
UPDATE SABTU-MINGGU ✨ Sudah hampir dua Minggu, Karina Dara Nalisa atau kerap kali dipanggil Nana sakit gigi, anak kelas tiga SMA itu sudah jungkir balik di kasur, nungging, nangis, teriak-teriak karena sakit gigi. Ibarat patah hati dia lebih memilih itu dibanding sakit gigi. Filosofi lagu dangdut yang dia bilang menggelikan tentang liriknya yang menyebutkan "lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi ini" Nana sekarang sudah mengakui bahwa sakit gigi menang lebih tidak enak dibanding sakit hati.. Biasa lah cewek cantik kaya Nana juga pernah sekali dua kali sakit hati. Manusiawi dia juga cantik punya perasaan dong. Mamanya, Karlina sudah pusing bukan kepayang liat anaknya kesakitan sudah lebih dari satu Minggu tidak masuk sekolah sudah berobat sana sini tapi belom Nemu dokter yang cocok buat kesembuhan gigi Nana. setelah akhirnya memutuskan untuk pergi kedokter sesuai anjuran teman arisan mamanya yang kece itu Nana diantar mamanya datang ke rumah sakit besar dijakarta. tapi rasa sakit digiginya yang sudah hampir dua minggu ini jadi penderitaan yang sangat tidak berkemanusiaan berubah sembuh setelah melihat seorang dokter gigi yang amat sangat ganteng dihadapannya. "Ma, gigi Nana udah sembuh sekarang" katanya asal. Dokter yang sedang ingin memeriksa Nana ikutan bingung "beneran udah sembuh ? serius ?" tanya sang mamah serius. Nana seketika mengangguk sambil tersenyum pada sosok dokter berjas putih dengan nama dr. Daniels Adam Senoputra "sekarang jantung Nana yang sakit" katanya lagi "hah ? kamu ini jangan ngaco deh na, keluarga kita ga ada punya riwayat penyakit jantung". "dokternya ganteng banget. jantung Nana deg-degan banget mah" ucapnya lagi. sang dokter yang merasa dibicarakan hanya tersenyum lalu berkata. "dek, saya periksa dulu gigi nya boleh ?" denger suaranya bikin Nana ga kuat nahan kerja jantungnya. "dokter gigi Nana ga nyut-nyutan lagi denger suara dokter" "hah ?" "hah ?" ucap Karlina juga dokter Adam berbarengan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • Heart Beat [SELESAI]
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • DANGEREUX
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • PEKA
  • I'M HURT!
  • The Cool BadBoy (REVISI)

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines