HAI KAMU

HAI KAMU

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bersamamu meski hanya 2 minggu sudah cukup membuat ku senang pernah duduk 1 bangku denganmu. Memang awalnya aku tidak begitu mengenalmu. Bahkan berbicara banyak dengamu membutuhkan waktu 1 minggu. Namun hanya dalam 3 hari, kau berhasil mengambil hatiku. Cinta monyet? Entah. Aku menyesal, mengapa tak dari awal aku mencoba untuk lebih dekat denganmu. Dan sekarang, 2 minggu setelah aku duduk denganmu, kita berjauhan. Seperti tak mengenal satu sama lain. Hei kamu..maukah kau mendengar penjelasan ku dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rinai
  • Waiting [COMPLETE]
  • Yang Tertinggal
  • We're Out of Time
  • 7 Days
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Segitiga [END]
  • Ciko and Devany
  • Past Love Part 1
  • Eccedentesiast
Rinai

Kau tidak akan pernah tau, apa arti dari "maaf" dan "penerimaan" jika kau tak mengalaminya sendiri. Apakah maaf mudah untuk diberikan? Dan apakah menerima kesalahan mudah untuk dilakukan? Terkadang manusia terlalu sombong. Berlagak seolah semua bisa dia lakukan, namun ternyata semua itu hanya menjadi perasaan yang tersimpan dalam diri, bahkan siap lepas kendali kapan saja. Kau pun tak akan pernah tau bagaimana rasanya "cinta" tanpa kau rasakan sendiri. Cinta, yang terkadang menoreh luka tapi juga menyembuhkannya. Cinta, yang membuat banyak orang tertawa tapi tak jarang orang menangis karenanya. Dan cinta, yang menghadirkan sabar namun terkadang juga harus berakhir dalam ikhlas. Ini hanya cerita yang dibersamai oleh Rinai. Rintik sang hujan, menggenang bersama ribuan memori yang jatuh bersamanya. --------------------------------------- "Aku hanya ingin melepaskan belenggu hatiku. Karena itu, disini aku berkata jujur padamu. Aku menyukaimu, bahkan sejak lama." "Kau tidak tau tentangku, tidak tau kondisi ku. Aku buruk. Aku hina. Bahkan untukku sendiri, aku masih berusaha sangat keras untuk menyadari betapa menyedihkannya aku! Jadi mana mungkin bagimu untuk bisa menyukai seseorang seperti aku!" "Aku tau tentang dirimu, kondisimu, masa lalu mu, tapi perasaanku kepada mu tidak berubah. Aku mencintaimu. Dan jangan buat dirimu terjebak dalam ilusi yang kau buat sendiri. Lihatlah sekitarmu, banyak orang yang menyayangi mu, bahkan aku! ... Jadi, maukah kau membersamai aku di setiap langkahku kelak? Maksudku, maukah kau menikahiku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines