Hard 2 Face Reality

Hard 2 Face Reality

  • WpView
    LẦN ĐỌC 30
  • WpVote
    Lượt bình chọn 3
  • WpPart
    Chương 2
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 3, thg 2 19, 2019
WpInfo
Hư cấu
Lãng mạn
Permulaannya dari ketika mereka berada di kelompok yang sama. Mereka tak pernah mengenal satu sama lain. Namun mereka menjadi dekat dengan sendirinya. "hey" Evelyn "kamu mau ngomong apa?"Aldric "I Love U" "I Love U too" "nanti kalau kita udh ga bareng lagi,aku mau kamu jadi yang terakhir.aku ga mau punya orang lain lagi" "hehe ok"
Bảo Lưu Mọi Quyền
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Antara Rasa {Revisi}
  • AFFECTION (Completed)
  • Untuk Nicholas
  • YOU [CJR'S Story]
  • BAKPAO TELO
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Simple LOVE [Completed]
  • Albel
  • Chingu

💕sudah tamat di karyakarsa.💕💕 "Ayah sudah memutuskan." Nada suaranya berat, penuh otoritas. "Apa?" "Kamu akan menikahi putrinya Bram." Dentingan halus terdengar saat gelas wiski itu diletakkan di atas meja. Pria yang dipanggil Sagara Caesar Majendra mengangkat dagunya sedikit, menatap lawan bicaranya dengan ekspresi tak terbaca. "Pernikahan bisnis?" Suaranya terdengar datar, nyaris tidak menunjukkan emosi. "Lebih dari itu." Hening. Pria tua itu Majendra mengamati putranya dengan tatapan penuh perhitungan. "Ini bukan hanya tentang bisnis. Ini tentang mempertahankan keseimbangan. Kamu tahu bagaimana dunia ini bekerja, bukan?" Sagara menahan desahan napasnya. Tentu saja dia tahu. Dunia ini tak pernah menawarkan kebebasan bagi orang sepertinya. Pernikahan bukan tentang cinta, melainkan tentang kekuatan, strategi, dan kepentingan. "Aku enggak butuh istri Yah," katanya akhirnya. Majendra menyeringai tipis. "Bukan soal kamu butuh atau tidak. Ini tentang kelangsungan Amores Corp. Tanpa aliansi yang kuat, kamu hanya akan jadi incaran yang lebih mudah." Sagara menyandarkan punggungnya, tangannya terlipat di depan dada. Ia tahu tak ada gunanya berdebat. "Apa perempuan itu tahu soal ini?" tanyanya, masih dengan nada dingin. Majendra tertawa kecil. "Belum. Bram bilang putrinya itu tak tertarik dengan dunia kita. Dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter." Sagara mengangkat alis tipis. "Dokter?" Majendra mengangguk. "Ya. Dan tidak ada yang tahu siapa ayahnya sebenarnya. Bramantyo menyembunyikannya dari dunia luar." Sagara menatap kosong ke arah meja. Menikahi seseorang yang bahkan tidak tahu identitas aslinya? Terdengar seperti lelucon. "Apa dia setuju?" Majendra tersenyum samar. "Dia tak punya pilihan. Sama seperti kamu." Dada Sagara terasa sesak. Sekali lagi, hidupnya bukan miliknya sendiri. Di tempat lain, seorang wanita tengah sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit, tanpa menyadari bahwa hidupnya akan berubah selamanya. (Start 11022025)

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn