Stay Together

Stay Together

  • WpView
    Lectures 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Persahabatan kita, takkan berakhir di sini, kan? - Hifza tahu, untuk sekarang ini, mereka perlu banyak penyesuaian. Mereka perlu fokus dengan ujian. Tapi, ia merindukan masa-masa dahulu, di mana ia melaluinya dengan ketenangan. Hifza pun tahu, tak selamanya mereka akan terus bersama. Tak selamanya persahabatan mereka diiringi dengan tawa. Ia sadar betul, bahwa perpisahan pasti akan datang dalam bentuk yang tak diduga-duga. Kini, ia hanya perlu bertahan, dan melangkah dengan pelan. Karena bagaimana pun juga, persahabatan ini akan ia jadikan jalan, untuk menuju tempat keabadian. Yaitu, surga-Nya.
Tous Droits Réservés
#237
together
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • HARASTHA [ Seni Merawat Luka ]
  • Love Forever #IDR
  • Ananta Bandhana
  • Kalysian
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Kayla in Love (END)
  • Bersungut Sengau
  • Friendzone
  • Mazoya Ananta

SPIN OFF RINTIK SENDU Luka ada karena kita yang dengan sadar menciptakannya, kecewa ada karena kita juga yang dengan sadar memupuknya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan dengan dalih 'keadilan' karena kitalah yang terlalu banyak berangan. Seolah mengkambinghitamkan takdir, meraung tak terima dengan apa yang ada di depan mata, seakan dunia telah hancur dan runtuh seketika. Bangunlah! Jangan terlalu mendramatisir. Namanya hidup memang harus berkawan dengan 'perjuangan'. Tidak ada luka yang sembuh secara tiba-tiba, maka rawatlah! Merawat luka tidak ada salahnya jika memang bahagia menjadi tujuannya. Jangan pernah abai atau meremehkan, karena luka yang besar dan dalam berawal dari luka kecil yang dibiarkan tanpa pernah mendapat penanganan. -Harastha Razqya-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu