Devil Wishes

Devil Wishes

  • WpView
    Reads 327
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Ketika kau sedang dilanda keputusasaan, kau hanya perlu berdoa dan meminta..." Leo tidak menyangka bahwa kepulangannya ke Jakarta akan menjadi sebuah petaka. Ketika ia dihadapkan pada tragedi yg merenggut kehidupan kekasihnya, ia merasa hampa. Namun, sesuatu datang ditengah keterpurukannya. Sesuatu itu membawa sebuah jalan keluar dan harapan. Jalan yang dapat mempertemukan Leo kembali dengan kekasih hatinya. Akan tetapi, dia tidak menyangka bahwa semua itu memiliki maksud terselubung. Ini adalah kisah tentang cinta sejati dan pengorbanan yang dipermainkan oleh sosok dari dalam kegelapan. Sosok yang penuh tipu muslihat. Sosok yang bernama... Iblis.
All Rights Reserved
#518
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Bad Destiny
  • SIRNA [TERBIT] ✔
  • Rumah Tanpa Atap
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • DEVOTEE DEVIL {END} ✓
  • Hopeless
  • you again ✔
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines