Pharmacy on ice [Slow Update]

Pharmacy on ice [Slow Update]

  • WpView
    Lecturas 23
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 16, 2019
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Ini tentang aku tentang kelasku, Alquran Ku Dan farmasi. Kelas farmasi maksudnya. bukan sebuah akasara biasa. Ini yang membuatku tau, bahwa farmasi tak semudah yang dibayangkan. ditambah lagi dengan praktikum, pengawas praktikum, laporan, journal. belum Lagi harus berinteraksi dengan lumpang alu, timbangan, farmakope, iso, fornas. Dan harus rela jas lab. bau minyak ikan dikarenakan praktikum materi emulsi. Apabila jas lab ketinggalan, harus bela Bela juga lari" Dan minjam ke kelas lain. . Responsi hal yang biasa, remedial menjadi rutinitas. Sekolah adalah rumah kedua. Pergi pagi pulang Malam. Belum Lagi dengan temen" kelas yang kelakuannya Macam". Bukan sebuah ekspektasi. tapi, memang itu yang terjadi.
Todos los derechos reservados
#84
farmasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • PERTEMANAN YANG ABADI [slow Up]
  • Langkah Kecil di Dunia Farmasi
  • Keluarga Baru
  • Annoying but dear
  • i am monster(cella)
  • Sosial Media

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido