Steffany Martin

Steffany Martin

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 18, 2019
"Kau ini bodoh atau tolol?! Dia mencampakanmu berapa kali?! Ha! Sudah sekian kali,ayolah Steffany" Markus memijat pelipisnya,wajahnya memerah menahan amarah terhadap adik angkat yang ia anggap tolol saat ini. "Pikirkan! Kesehatanmu akan jauh lebih penting bagi orang lain,dari pada kau serahkan nyawamu hanya untuk si bajingan Martin!!" "Dia cinta sejati ku Mark" rengek Steffany menunduk ,matanya sudah tergenang air mata sembari memandang dan mengusap usap cicin pernikahan yang di sematkan Martin di jari manisnya 2 tahun yang lalu. "Tolol !"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • Z A L E R A
  • PAINFUL LOVE [COMPLETE]
  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)
  • Soulmate (SEBAGIAN PART DI HAPUS KARENA SUDAH TERBIT)
  • PENGORBANAN KETIGA
  • Salam Terindah

Siapa yang menyangka jika hidup Mira akan berubah kala dokter mengatakan jika dirinya tengah hamil. Hamil sosok bayi dan bukanlah sisa makanan yang telah dimakannya selama ini. Tidak... Tidak... Mira tidak ingin semuanya terjadi seperti ini. Hidupnya sudah sempurna dan bayi ini bukanlah salah satunya. Tidak jika bayi ini adalah hasil pemerkosaan dari pria bajingan brengsek itu. Hidupnya tidak akan setragis ini bukan ? *-*-* Dalton berdiri dari tempatnya dan hendak mendekati Amira. Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Amira hendak memberikan ciuman. Sebelum akhirnya Amira meludahi wajah Dalton yang membuat pria itu menghentikan tubuhnya dan memejamkan matanya. "Kau bajingan brengsek! Kau harus tau jika aku akan mengingat hal itu sampai kapanpun" ucap Amira tajam yang membuat Dalton menegakkan tubuhnya. Pria itu mengusap ludah dari wajahnya dan menatap Amira dengan senyuman tipisnya. "Kau benar-benar wanita sialan, Amira. Tapi apapun yang kau katakan tidak akan mengubah kenyataan" Amira semakin terdiam ketika menatap senyuman di wajah Dalton semakin terlihat menyeramkan lebih dari apapun. "Dan kenyataannya kau akan terikat dengan Bajingan Brengsek ini mulai sekarang"

More details
WpActionLinkContent Guidelines