Jalan
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 16, 2019
Seorang yang cukup paham bahwa mencintai butuh jiwa yang besar berjalan menuntun hatinya sendiri. Anak-anak manusia diciptakan beragam termasuk bagaimana hatinya tersusun. Untuk mencintai dan limbung di dalam badai anginya, ia telah ribuan kali merayu alam untuk memberinya penjelasan. Kini tegak Ia tahu, penjelasan itu harus dituntut . Semesta begitu rumit -dan asik- untuk ada tanpa membawa pesan apa-apa. Dia belum sembuh, tapi tidak memaksa sesiapa untuk menyembuhkanya. Dia telah tumbuh bersama pemahaman, untuk berdamai dengan perasaan, untuk sembuh dan mendapat semua penjelasan, semesta memintanya untuk sekali lagi; mencintai. Dengan cinta yang benar, Cinta tanpa reduksi makna.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Time keeps running
  • 𝗂𝗇𝗏𝗂𝗌𝗂𝖻𝗅𝖾 𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗀, 𝙉𝙚𝙩𝙚𝙮𝙖𝙢 𝙎𝙪𝙡𝙡𝙮
  • Anfal's Ibtihaj ✔
  • junoon: ishq aur nafrat ka
  • When It Rains
  • Destined Hearts
  • my route | aoba seragaki x m. reader
  • Tell Me You Love Me Too
  • 𝐒𝐀𝐅𝐀𝐑~ ANUJ KI DAASTAN

Indonesian version Indonesia telah tiada... . . . Seorang penerus tahta, PKI, merenung di kamarnya pada malam yang dingin, di hari ulang tahunnya yang juga merupakan hari penobatannya sebagai penerus tahta ayahnya. Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, ia merasa sedih karena kehilangan adik tercintanya yang telah mengorbankan nyawanya demi kembalinya keluarganya. PKI merasa bersalah dan mempertanyakan keputusan adiknya, yang menyerahkan nyawa demi mewujudkan keinginannya yang dianggap serakah. Meskipun ia menginginkan hasilnya, PKI tak ingin itu dibayar dengan nyawa adiknya. Cerita ini kemudian membawa pembaca ke peristiwa sebelum hari ulang tahun PKI, untuk memahami mengapa adiknya rela berkorban sebesar itu. English version Indonesia is gone.... . . . A successor to the throne, PKI, ponders in his room on a cold night, on his birthday which is also the day of his inauguration as his father's successor. However, in the midst of his happiness, he feels sad because he lost his beloved brother who had sacrificed his life for the return of his family. PKI feels guilty and questions his brother's decision, who gave his life to fulfill his desire which is considered greedy. Although he wants the result, PKI does not want it to be paid for with his brother's life. This story then takes the reader to the events before PKI's birthday, to understand why his brother was willing to make such a big sacrifice. English version Will only update every special day This book will use different languages But the main language is still Indonesian The writing is too standard, too stiff Indonesian version Hanya akan update setiap hari istimewa Buku ini akan menggunakan bahasa yang berbeda Namun bahasa utamanya tetap bahasa Indonesia Penulisan nya terlalu stanndar, terlalu kaku Image taken from @pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines