ALGARIAN

ALGARIAN

  • WpView
    Reads 1,430
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 22, 2019
Hai ini aku, dari aku tentang kamu untuk mereka. Aku senang menulis dan segala hal tentangmu sangat menarik untuk ditulis. Kamu membuatku bingung setiap kali aku harus mendeskripsikan dirimu, entah mengapa tidak ada kata yang pas untuk menggambarkanmu. Apa mungkin karena kamu terlalu sempurna atau karena saking sederhananya aku hanya bisa menulis kata "kamu". Kamu yang terlalu menarik untuk ditulis tapi tidak tahu bagaimana menuliskannya. Kisah ini dimulai sejak aku tidak pernah merencanakan kata kita, kemudian berpikir untuk merencanakannya, semakin jauh, saking jauhnya ternyata akan ada kata pisah. Tapi aku yakin jika kamu yakin, karena hanya butuh dua keyakinan untuk menjadikannya semuanya nyata dan berakhir bahagia.
All Rights Reserved
#111
bestseller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • ALGAFA
  • Love Secret
  • Still The Same
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • [END] Blind Rainbow
  • MyBoyfriend Is Rude
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Just a Fella (Alsand) [COMPLETE]
  • ARDIRA [SELESAI]

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines