Story cover for Anthra X  by vinasyaaaa
Anthra X
  • WpView
    MGA BUMASA 1,330
  • WpVote
    Mga Boto 189
  • WpPart
    Mga Parte 17
  • WpView
    MGA BUMASA 1,330
  • WpVote
    Mga Boto 189
  • WpPart
    Mga Parte 17
Ongoing, Unang na-publish Feb 17, 2019
PERHATIAN!
[Cerita ini hanya FIKTIF dan KHAYALAN belaka, bila ada kesamaan nama dan tempat mohon dimaklumi]

Anthra X. Sebuah komunitas yang membantu sekolah untuk memecahkan berbagai masalah yang ada. Tidak saling membedakan suku, ras, budaya, dan agama karena solidaritas yang diutamakan. Semua yang berkeinginan masuk dengan niat yang benar dan kesungguhan yang benar, tentunya akan ditampung.

Selamat datang di SMA Pelita.
Selamat bertemu kami,
Anthra X.


Cover by : @malanatheodore
All Rights Reserved
Sign up to add Anthra X to your library and receive updates
o
#67komunitas
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Vericha Aflyn ✔️ ni Icacty_
58 parte Kumpleto
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Vericha Aflyn ✔️ cover
For You cover
Episode Dayan cover
Satu Langkah cover
From Friends To Love ✔ cover
PELITA [END] cover
THE GIRL WHO FIGHT FOR THEIR LOVE (COMPLETED) cover
Metamorfosa- Ending cover
Savero Archandra || Haechan || END cover
Arsyilazka cover

Vericha Aflyn ✔️

58 parte Kumpleto

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"