Tanpa Status

Tanpa Status

  • WpView
    MGA BUMASA 1
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, May 10, 2019
Sumber bahagia bukan hanya tentang hidup dalam keluarga kaya, fasilitas terpenuhi, dan apa yang diinginkan dapat terealisasikan dengan mudah. Untuk seorang anak, bahagia adalah saat orangtua mengurangi kesibukannya dengan pekerjaan. Waktu itu ada yang pernah bertanya denganku. Mana yang menjadi sumber kebahagiaan-keluarga atau uang. Saat itu aku menjawab, tentu saja keluarga. Tapi orang itu bilang, apa bisa sebuah keluarga hidup tanpa uang? Bagaimanapun juga, uang yang membuat sebuah keluarga menjadi lengkap. Tanpa uang, sebuah keluarga rasanya akan kacau. Pendidikan serta fasilitas, akan sangat buruk. Dengan uang, seorang anak bisa disekolahkan di tempat paling baik. Dengan uang kita bisa membelanjakan apa saja yang disuka. Iya, itu bahagia. Tapi hanya sesaat. Percuma dong. Dari percakapan tersebut aku belajar menyimpulkan darimana sumber bahagia yang sesungguhnya. Yaitu pembagian waktu. Antara keluarga dan mencari penghasilan harus setara. Tidak perlu hidup kaya raya, sederhana akan lebih menyenangkan jika kita masih bisa menikmati waktu dengan keluarga. "Jadi kuncinya diwaktu, Ayah... Ibu..."
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Assalamualaikum Imamku
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Petrichor
  • Zidan With Syakira
  • GRIZLEN {On Going}
  • ZiAron [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Alamanda (Telah Terbit)

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman