LUNAIRE

LUNAIRE

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 21, 2019
"Perpisahan bukanlah tragedi, " Kamu menghela napas, mencoba melanjutkan kutipan kisah romansa klasik yang kamu genggam. "Di taman penuh peri dan lautan penuh warna, jiwa mereka berada pada kapal yang membawa mereka abadi bersama selamanya". Aku menghentikan laju kuasku. Tatapanmu berpendar penuh kilatan warna. Antara bias bulan dan malam penuh bintang, suara gesekan biola yang merayap pelan menggantikan kalimat terakhirmu, suara denting besi tua, decitan sepatu pada ubin kayu, barisan bangku yang bermandikan cahaya purnama. Saat itu juga, Aku jatuh cinta pada mereka. Apakah kita bisa tetap seperti ini selamanya? Aku mohon.
All Rights Reserved
#476
jepang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Goodbye
  • Letter From Chacha (The End)
  • CERPEN (END)
  • Eternal Love
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Pergi yang Tak Kembali..
  • Sekali Lagi (End)
  • Kisah Aku

Aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, itulah kenyataannya. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca. Kamu dan aku seperti sedang mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama - sama berusaha, tapi kita tidak bisa mengubah apa pun. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih berkata tidak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita. Kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines