We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Musang Berkaki Ular

Musang Berkaki Ular

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 31, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Tagssudah
Untuk kamu yang membaca cerita ini, aku hanya ingin memberitahu, ceritanya membosankan. Ini hanya cerita tentang aku, temanku, dan dunia kami.. Cerita balas untuk @jellybean. Pertanyaan pertama, kenapa musang tidak memiliki kaki seperti ular? Jawaban pertama, karena ular tidak mempunyai kaki, tadaa... Pertanyaan kedua, jika kamu mengibaratkan laut sebagai pikiran, apakah laut itu cukup untuk menampung dua pikiran anak muda yang terbelenggu dengan kesibukan kaum milenial? Jangan dijawab, nanti pertanyaan dan aku nya terlihat bodoh. Jadi baca cerita dan berita ini aja ya
All Rights Reserved
#114
sudah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jomblowati (tidak) mencari cinta
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • TRANSMIGRASI BULAN??!
  • VIENNO LAKARSYA(TIDAK DILANJUTKAN)
  • Transmigrasi Brandal Bandung || {on going}
  • LOVE STORY  [my first post] #Complete
  • FIGURAN !! [END]
  • ASAVELA KIARA
  • PLANET AND ROSES
  • GADIS TOMBOY (New)

Setelah membaca cerita yang saya buat, seorang teman berkomentar kenapa kalau saya buat cerita, selalu digambarkan bahwa tokoh laki-lakinya kalau tidak bangsat, pasti buaya. Waduh... serem amat ya ? well saya penyayang binatang.... Hehehe maap kaum Adam, sama sekali nggak punya fikiran begitu. Tapi kalau kalau diliat lagi cerita yang sudah saya buat, iya ya... kok ada indikasi ke situ? Saya sebenernya sama sekali tidak bermaksud mendiskritkan laki-laki loh dalam setiap cerita saya. Untuk menjawab tantangan itulah saya membuat cerita ini. Cerita ini saya dedikasikan untuk para lelaki, karena saya yakin para laki-laki adalah mahluk Tuhan yang penyayang dan bisa mencintai dengan tulus. But girls... you can still enjoy reading it... it all about girls anyway... Cerita ini hanya fiktif belaka, murni dari imajinasi penulis. Tidak ada indikasi ataupun keinginan untuk menyinggung perasaan satu golongan tertentu. Apabila ada kesamaan nama dan kejadian, pastinya itu hanya kebetulan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines