We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Roleplay Game

Roleplay Game

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 17, 2022
WpInfo
Fanfic
Rintikan hujan menerpa kota jakarta, hujan turun semakin deras begitupun dengan air mataku. "kamu dimana hm?" gumam seorang gadis bernama kinara dengan nanar. "Huft, apa perlu aku balik kedalam dunia palsu itu untuk memastikanmu?" Monolog gadis tersebut. Dia austin, orang yang sedang Kinara pikirkan. Berawal dari sebuah channel untuk menemukan keluarga dan teman untuk bercerita, Austin menemukan seseorang yang cocok dengan dirinya. Kisahnya tidak begitu rumit, namun sangat menyayat hati. Berawal dari dunia palsu ini Kinara merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan oleh seorang yang bahkan tidak ia ketahui fisik bahkan suaranya. Ini bukan kisah seorang perempuan dan laki-laki menjalin kisah di dunianya. Tetapi, ini kisah dimana perempuan dan laki-laki yang menjalin kasih di dunia palsunya. ROLEPLAYER.
All Rights Reserved
#14
role
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ROAD TRIP! (COMPLETE)
  • Nikah Sama CEO??
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Transmigrasi Erlangga
  • Secret In Silence
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • L.O.V.E
  • Online Friends Chek's (End)

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines