Story cover for ARRINDA by ayrullazolla
ARRINDA
  • WpView
    Reads 7,994,661
  • WpVote
    Votes 42,578
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 7,994,661
  • WpVote
    Votes 42,578
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Feb 18, 2019
Dewasa


Luka. Kata itu membelenggu sosok Arrinda. Kehidupannya berubah pesat, kebahagiaanya tersayat. Hari-harinya menjadi kelabu. 

Perjalanan bahtera rumah tangganya selalu dihadang badai. Bahtera itu tidak bisa dikendalikan oleh nahkodanya sendiri sebab ada campur tangan orang lain selama pelayarannya. 

Hingga suatu ketika sosok-sosok baru menjadi penguat bagi yang hampir sekarat tertancap luka khianat.

Dan takdir pun menggariskan ada yang kalah, lelah, dan menyerah hingga mengharuskan untuk pulang. Siapa yang harus berlapang dengan takdir-Nya? 


****


"Kehilangan adalah hal paling tepat untuk menemukan seseorang yang lebih hebat."
All Rights Reserved
Sign up to add ARRINDA to your library and receive updates
or
#95417
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Timpang Tindih cover
Meniduri Wanita Lain [END] cover
90 Days with Devil  cover
Linting Geminting21+ cover
The Broken Lady [completed] cover
Endless Journey ( END ) cover
Mengenang Luka (Telah Direvisi) cover
The Fate of Love (21+) cover
A Love That Shouldn't Be 21+(END) cover
Perempuan Kedua (TAMAT) cover

Timpang Tindih

16 parts Ongoing Mature

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?