ARRINDA
  • WpView
    Reads 7,995,110
  • WpVote
    Votes 42,579
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2020
Dewasa Luka. Kata itu membelenggu sosok Arrinda. Kehidupannya berubah pesat, kebahagiaanya tersayat. Hari-harinya menjadi kelabu. Perjalanan bahtera rumah tangganya selalu dihadang badai. Bahtera itu tidak bisa dikendalikan oleh nahkodanya sendiri sebab ada campur tangan orang lain selama pelayarannya. Hingga suatu ketika sosok-sosok baru menjadi penguat bagi yang hampir sekarat tertancap luka khianat. Dan takdir pun menggariskan ada yang kalah, lelah, dan menyerah hingga mengharuskan untuk pulang. Siapa yang harus berlapang dengan takdir-Nya? **** "Kehilangan adalah hal paling tepat untuk menemukan seseorang yang lebih hebat."
All Rights Reserved
#523
lifestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Timpang Tindih
  • Glenn-Keana: Complicated (Sudah Terbit)
  • Perempuan Kedua (TAMAT)
  • Gugat. [END]
  • The Bitter Life Of Billionaire [END]
  • Endless Journey ( END )
  • A Love That Shouldn't Be (21+) END
  • Linting Geminting21+
  • The Fate of Love (21+)

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines