Cinta Di Anak Pramuka

Cinta Di Anak Pramuka

  • WpView
    Reads 99,423
  • WpVote
    Votes 3,979
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 11, 2019
[Tamat] "Assalamullaikum semua" kata laki-laki yang belum diketahui namanya, ia memiliki postur tubuh yang tinggi berlesung pipi "Wa'ailkummsalam," jawab siswa siswi dikelas 11 "Baik, kami kesini ingin mengajak kalian bergabung di organisasi pramuka, ya meski kalian sudah kelas 11 sama seperti saya tapi tidak ada salahnya untuk kita mencoba sesuatu yang baru." jelas laki-laki itu Desi melihat ke kanan dan kiri nya para sahabatnya malah sedang asik menatap laki-laki itu tanpa kedip "Eh udah kali,ngapain sih ngeliatin nya gitu banget!" sewot Desi "Ih apaan sih loe Des,sirik aja loe dia itu ganteng tau tuh liat senyumnya manis banget kan?" tutur Siska Desi tak menggubris perkataan Siska ia hanya menatap sinis ke arah laki-laki itu "Baik sekian dulu penjelasan dari saya, setelah pulang sekolah ini kalian bisa datang kelapangan untuk melakukan pertemuan pertama kita." jelas nya
All Rights Reserved
#725
pramuka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • K.I.T.A
  • painful love or unrequited love
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Sweet Combat
  • gefa figuran novel (sudah terbit)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • PERCAYA? [END]
  • GHAVARI

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines