Hujan
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 18, 2019
hujan gerimis turun perlahan. Suara gemericiknya mengiring kesunyian. Di kota ku yang masih dalam dekapan fajar. Aku baru saja usai dari persembahyangan, merapalkan dzikir puji-pujian untuk Tuhan dan baris-baris do'a keselamatan, do'a kebahagiaan, serta do'a keberkahan dalam kehidupan Saat kebanyakan orang-orang masih tak ingin beranjak dari pelukan selimut malam dalam kehangatan Hati menuntun ku untuk duduk di kursi biru, menghadap jendela kaca di kamar lantai dua rumah ku. Ku buka jendela sedikit saja, lalu kulakukan kegemeranku Menikmati
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S2 Pundung Family [[HIATUS]]
  • Amin paling serius
  • Sketsa Rindu untuk Hujan
  • Lembayung
  • Kisah {Complete}
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • zeandra dan Marsha...
  • Christian & Marsha (S2)

Apa benar rumah lama itu akan kembali? akankah kehangatan yang semula keluarga kecil ini rasakan, akan kembali mereka rasakan setelah bertahun tahun?? "Rumah ini akan selalu menjadi tempat singgah dan menjadi tempat yang hangat bagi siapapun yang ingin mampir atau tinggal dan menetap di dalamnya. Dan saya senang bisa kembali tinggal dirumah ini dengan kehangatan yang sama, terimakasih Tuhan karena kau masih memberikan izin untuk diriku kembali pada mereka" "Semoga tidak ada perpisahan untuk yang kedua kalinya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines