Hujan
  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 18, 2019
hujan gerimis turun perlahan. Suara gemericiknya mengiring kesunyian. Di kota ku yang masih dalam dekapan fajar. Aku baru saja usai dari persembahyangan, merapalkan dzikir puji-pujian untuk Tuhan dan baris-baris do'a keselamatan, do'a kebahagiaan, serta do'a keberkahan dalam kehidupan Saat kebanyakan orang-orang masih tak ingin beranjak dari pelukan selimut malam dalam kehangatan Hati menuntun ku untuk duduk di kursi biru, menghadap jendela kaca di kamar lantai dua rumah ku. Ku buka jendela sedikit saja, lalu kulakukan kegemeranku Menikmati
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KAIFA HALUKI??
  • Kisah {Complete}
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • S2 Pundung Family [[HIATUS]]
  • peluk yang ku rindu
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Lembayung
  • gala bunga matahari🌻 (END)
  • zeandra dan Marsha...
  • Rain

nada itu terdengar hampa sunyi menyelimuti ruang hatiku gambaran paras ayu yang tak luput dari pujaan tetes air mata menemani khayalan akan sebuah kebersamaan namun tak ayal ketika semua berubah menjadi sebuah guratan luka yang tak kunjung pudar sakit tak bisa ku tahan takdir tak bisa ku lawan hanya keikhlasan yang harus kulakukan.. jangan titah aku tuk melupakan biar aku simpan tentangnya sebagai sebuah kenangan yang terindah by: adyatma serkan ramazan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan