saya sisil.. berumur 18 tahun. berbadan mungil.. tidak jago make up. dulu saya memprioritaskan keluarga. tapi sekarang kurasa tidak. hampir tiap minggu nya selalu menyakiti saya. dengan perkataan yang menyayat hati saya. rumah bukan lagi tempat berlindungku.
selamat datang silahkan berbelanja. eh silahkan membaca maksudnya.
ini kisah saya. ada lucu nya tapi lebih banyak sedihnya hehe.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
-
tolong ajari aku!! bagaimana cara menerima keadaan tanpa membenci kehidupan
Terkadang aku merasa iri ketika melihat orang lain dapat bahagia bersama keluarganya, sementara aku hanya bisa tersenyum pada saat hati ini terluka
-