We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hati - Aku dan Segala Tentangmu

Hati - Aku dan Segala Tentangmu

  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang akan tertinggal dariku setelah aku tiada? Seberkas jejak, kenangan yang terukir di ingatanmu atau justru hilang tanpa bekas. Aku berusaha berpikir bahwa kau mengerti diriku, yang padahal aku tidak tau apapun mengenaimu. Semuanya hanyalah asumsi dan kau tak pernah membenarkan maupun menyalahkan. Bukan maksudku untuk tidak menganggapmu penting, tetapi setahuku memang pada kenyataannya manusia tidak akan mengerti persis perasaan manusia yang lain. --- "Kalau aku kenapa-napa, jangan sedih ya. Aku harap kamu bisa melanjutkan hidupmu seperti sekarang, atau jika bisa lebih baik dari masa-masa saat kamu mengabaikanku. Jangan ada yang berubah. Bukankah aku tidak berarti untukmu?" Ia hanya terdiam, aku tersenyum. "Ya, sepertinya begitu lebih baik. Kamu selalu begini, tak pernah membenarkan maupun menyalahkan pendapatku. Seringkali itu membuatku tambah tidak mengerti dirimu." Aku berbalik, "Kamu harus tahu, Dick, aku selalu berharap suatu saat aku bisa mengerti dirimu. Tapi sepertinya kamu tidak akan membiarkanku melakukan itu." --- Ini untukmu :)
All Rights Reserved
#416
sastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Kamu [SELESAI]✔
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • All The Small Thing
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Mahligai Sunyi
  • Everything Between Us (ON GOING)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines