Secret Admirer

Secret Admirer

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2020
Ya, mungkin seperti ini rasanya jatuh cinta sendirian. Hanya mengungkapkan melalui coretan pena. Hanya bisa mengaguminya tanpa bisa memiliki. Mengungkapkan itu perlu keberanian dan Sungguh wanita itu memang benar-benar tak siap untuk ditolak. Natasya wanita berusia 19 tahun dengan paras yang cantik, postur tubuh? Ya, dia memang wanita bertubuh mungil hanya memiliki tinggi 156. Bisa dikatakan kategori pendek:v. Dia adalah wanita yang sudah selama 2 tahun memendam perasaannya kepada teman satu kuliahnya yang memiliki sikap dingin, arrogant. Apakah Natasya bisa bertahan mencintai pria itu diam-diam? Apakah pria itu akan mengetahui perasaan Natasya ? Siapa yang akan dipilih pria itu menjadi pendamping hidupnya? Penasaran? Langsung aja Yuk Bismillah:) Jangan lupa krisannya:*
All Rights Reserved
#888
secretadmirer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Persimpangan Hati
  • SERENDIPITY : a Fact
  • Hijrah Cinta (END)
  • Love In NOUBELLIA
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • NATASHA
  • Everything
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Tidak Ada Pernikahan Cinderella
  • Meniduri Wanita Lain [END]

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines