We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
B three N

B three N

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 19, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
waktu kls 7 kami tidak sedekat sekarang dulu kali memang sekelas tapi tidak seakrab ini. menginjak kls 8 kami berpisah dengan kawan" kls 7 dan masih juga ada yg sekelas yaitu mereka bertiga. awal kami masuk kls kami merasa bingung harus duduk dengan siapa dan dari situ lah kami berteman dekat. lama kelamaan kami berempat sering maen bareng, terus apa saja yang di pakai kami harus sama makan pun harus barengan kami di sklh sudah seperti orang paling bahagia karena kami menghiraukan orang yg tidak suka dengan kami. banyak orang bilang jadi kami beruntung banget kenapa? kami tidak neko"kami juga tidak memilih"temen banyak orang mempunyai sahabat tapi tidak sedekat kami. banyak orang bilang "gausah nganggep sahabat kalo minum es aja sedotan masih di balik"basii kalau kami satu ada yg bawa bekal bahkan kami yg makan semua satu gk makan yg laenya pun harus gk makan. kami beruntung bisa punya sahabat seperti ini setelah sekian lama kami merayakan persahabatn ini dengan penuh rasa bahagia,sedih,terharu . yang bikin kami sedih bentar lg kami menginjak kls9 dan kami tidak tahu kami skls lg atau tidak tapi kami tidak memikirkanya karna apa yg sudah di lakukan itu udah dari pihaknya. kami memang kalo di luar pendiem tapi kalo udah tau sifat kami mungkin kalian yang ada di luar sana ketawa ketiwi melihat tingkah laku kami yang kaya orang gilaa. karna kami saling menghibur satu sama lain. orang"punya sahabat dan di antara sahabatnya ada yg sibuk dengan pacaran atau pun sibuk dengan masing". kalau kami beda ada di saatnya kami kumpul kami akan melepaskan semua beban dan meninggalkan semuanya dan karena kami butuh kebersamaan. #Mewakili sahabat saya😇 Boneng, Bellek,Ncess
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Bukan Kita D.A.N
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • langit biru
  • The secret love
  • Adik Kelas [Completed]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines