"Kita"
  • WpView
    Membaca 3,701
  • WpVote
    Vote 692
  • WpPart
    Bab 39
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 20, 2020
Tiga senior dan tiga junior yang tidak membedakan senior maupun junior. Bersama tapi tak selamanya, saling bersandar meski baru mengenal. Perbedaan umur tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk berbaur. Enam wanita yang mempunyai konflik dan masa lalu yang berbeda beda. Tidak menjadi hambatan untuk saling membantu. Merasakan apa yang diderita oleh mereka. Bukan sekedar persahabatan yang dibahas. Cinta? ya. Patahnya hati seseorang dengan penyebab seorang teman? oh maaf bukan teman tapi sahabat. Kepergian seseorang untuk melakukan hal yang berguna untuk kedepannya? akankah hubungan cinta ini tetap sama seperti masa lalu. Entahlah kami tak yakin :) Akankah persahabatan tetap terjalin dengan adanya cinta? Dan apakah persahabatan akan sirna karena kepergian seseorang? Keep a reading Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#63
angga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pal In Love
  • BEDA DUNIA
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Love Secret
  • GALANG [SELESAI]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Infinity ✔
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • REVANARA
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan