AGAIN
  • WpView
    Reads 1,696
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini pasti akan menarik jika ceritanya sudah selesai. Apalagi dijamin pembaca bakalan gemes gemes sendiri atau pun bisa jadi nangis. Coba dulu di tambahi ke perpustakaan kamu:))) supaya bisa baca cerita nya:D ••• ada dimana seseorang merasakan bahagia yang bisa membuatnya betul betul bahagia. namun seseorang juga bisa merasakan sakit hati yang sangat mengiris hati nya. F: kenapa Lo gak pernah ngertiin perasaan gue. Lo selalu kasih gue sakit hati LAGI dan LAGI E: andai Lo juga bisa ngertiin perasaan gue. rasanya dimana kita dijadiin sebuah boneka yang diarahkan seseorang yang sangat gue benci F: walaupun gue selalu Lo sakiti gue bakalan bertahan sampai nafas gue berhenti. Dan gue bakalan buat Lo bahagia dengan apapun caranya. E: jangan pernah Lo ngelakuin semua nya apa lagi nyawa Lo gue bakalan sedih. Intinya JANGAN!!!
All Rights Reserved
#3
soswett
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • SCRATCHES (completed)
  • Trapped in a wound
  • 5 JAGOAN AYAH
  • Davin [On Going]
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • kita dan waktu. [End]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines