she's a Coffe maker

she's a Coffe maker

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 21, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Dan si periang kecil berubah menjadi sesosok dewasa yang pada akhirnya tak kuasa menyimpan kisah tentang pembuatan "kopi" selama ini. Pahit, manis, kental, atau bahkan encer . Hanya dia yang tau baik dibuat dalam setiap kondisi. Berbeda kondisi, tentu rasa pun berbeda. Ini cerita tentang "dia si pembuat kopi"
All Rights Reserved
#921
kenyataan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • The Story of 16 IN 1  (END)
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Terima Kasih, Rumah
  • OMAHBWN: special chapter,a bitter and sweet memories in one memory
  • JINGGA
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • Cafein Love | JAKE enhypen [ END ]
  • Cerita Kopi

Di tengah kepulangan yang tak bisa ditunda dan perasaan yang belum selesai diucapkan, dua orang bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka duduk di sudut kedai favorit mereka, berbagi cerita dalam diam, tertawa kecil atas kenangan-kenangan lama, dan menyesap kopi yang rasanya lebih pahit dari biasanya-karena diseduh dengan perasaan yang tak ingin berpisah. Cerita ini bukan tentang cinta yang besar atau konflik yang dramatis, melainkan tentang hal-hal kecil yang sering kali paling membekas: tatapan terakhir, kalimat yang tertahan, dan secangkir kopi yang jadi pengantar seseorang untuk pergi-mungkin untuk selamanya, atau hanya sementara. --- Tema Cerita: Perpisahan dan penerimaan Kenangan yang membekas Kehangatan dalam hal sederhana Emosi yang tak selalu diucapkan "Secangkir Kopi Sebelum Pulang" adalah sebuah cerita bernuansa slice of life yang hangat sekaligus sendu, menggambarkan momen perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Cerita ini sering kali dibalut dengan latar suasana sore menjelang senja, di sebuah kedai kopi kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan terakhir dua insan yang pernah saling berarti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines