Sufala

Sufala

  • WpView
    Reads 1,410
  • WpVote
    Votes 267
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2020
BAGIKU MENJADI PRIA TAMPAN ITU MASALAH. Namun, bagi kebanyakan orang di anugerahi wajah yang super tampan itu sangat menguntungkan. Mereka dapat berekspresi apa pun dan di mana pun dengan tanpa harus merasa malu. Kebanyakan kamu hawa di dunia ini pasti menyukai pria tampan. True? Ya, walau mungkin rata-rata begitu, tapi itu tidak menutup kemungkinan bukan? Pria tampan itu banyak di puja, di damba, di sukai, di cintai, dan bisa mendapat segalanya. Seperti mudah memiliki pacar, gadis cantik misalnya. Namun, bagaimana jika semuanya kebalikan dari apa yang barusan kusebut di atas? Kenalkan namaku Sufala Dirgantara. Pria paling tampan di seantero sekolahan. Yang selalu gagal dalam masalah percintaan. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, termasuk ketampanan ini yang menurutku merupakan masalah terbesar dalam hidup. "Maaf, Sufala, kamu terlalu tampan bagiku." Ya, ini adalah ceritaku yang banyak di penuhi dengan berbagai macam kemungkinan. Selamat menikmati dan hanyut di dalam ceritanya.
All Rights Reserved
#50
tantangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Kaka&Rara [Completed]
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Arsyilazka
  • Baper -SELESAI-
  • CANTIKA
  • GRIZLEN {On Going}
  • Impossible
  • SATU DARAH

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines