Story cover for Keinginan Tikus Menjadi Manusia by natasyastory03
Keinginan Tikus Menjadi Manusia
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 21, 2019
Tikus adalah mahluk yang menaruh kebencian yang mendalam terhadap manusia. sebab, dirinyalah yang selalu disalahkan sebagai perusak barang pribadi, hama padi dan lain sebagainya. oleh sebab itu, kini dia berada dalam perjalanan pengumpulan pecahan batu, untuk menwujudkan dirinya menjadi manusia. dia mendengar kata kakeknya batu itu bisa mengabulkan apa saja yg kita inginkan. Namun, niatnya menjadi manusia dibatalkan sebab, batu yang tikus kumpulkan hilang. Dan tikus mulai kembali menyadari dirinya akan tetap selamanya menjadi binatang tikus.

Penulis :

1) Siti Natasya Sholekha
2) Ridho Amanta Rajak
3) Uut Masrifah
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Keinginan Tikus Menjadi Manusia to your library and receive updates
or
#444cerbung
Content Guidelines
You may also like
Lembah Arunika  by uyungfauziyah
17 parts Complete
Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?
You may also like
Slide 1 of 10
Lembah Arunika  cover
Raven : Punishing dxd cover
INDIGO! [TAMAT] cover
Song of Abyss cover
Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat ) cover
Indagis 1: Jawa Arc cover
Wasis  cover
Misteri cover
Indagis 3: Papua Arc cover
Indagis 2: Sumatera Arc cover

Lembah Arunika

17 parts Complete

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?