Bian dan Syifa telah bersahabat sejak kecil. Bian selalu menjadi tempat Syifa untuk mengutarakan perasaan duka dan bahagia ketika Syifa menjalin hubungan asmara, meskipun jauh di dalam hatinya Bian menyimpan perasaan yang lebih dalam kepada sahabatnya itu. Bian percaya bahwa yang namanya persahabatan itu tidak boleh dirusak oleh cinta, sehingga ia memilih untuk menahan perasaannya. Sementara itu, Syifa tidak menyadari perasaan Bian dan terus melihatnya sebagai sahabat sejati bukan seorang pria yang layak menjadi pendamping. Tapi seiring waktu, ketegangan emosional di antara mereka mulai terasa. Akankah Bian berani mengungkapkan perasaannya kepada sahabatnya itu atau takdir yang akan membawa mereka pada jalan yang berbeda?"
Más detalles