DEVINDHAS

DEVINDHAS

  • WpView
    Reads 915
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 23, 2019
"Jadi Rossi itu lo?!Mimpi apa sih gue semalem bisa sial banget hari ini."Tania masih berkacak pinggang. "Iya Gue Rossi,kenapa?Dan lo kira gue suka ketemu sama lo.Lagian yang kesini awal kan lo.Kok jadi gue yang salah."Rossi mengunci mata Tania. Tania pun langsung mengalihkan pandangannya dari cowok tersebut.Sebenarnya Tania sangat kesal dengan cowok tersebut,namun jika meladeni perkataannya Dia masih waras untuk mengalah. "Udah lo balik kelas sana,gue nanti bakal nemuin Bu Mirna."ucap Rossi. "Okke,gue cabut."Tania bernafas lega untuk meninggalkan cowok tersebut. "Ehh,bentar..."Rossi menghentikan langkah kaki cewek berambut sebahu itu. "Apa lagi sihh??"Tania mengurungkan niatnya untuk melanjutkan langkahnya. Rossi sambil mengulurkan tangan kanannya."Nama lo?Kita belum kenalan." Tania menjawab tanpa menjabat lambaian tangan dari Rossi. "Tau ga lo tuhh udah buang-buang waktu gue." "Oke gue bakal tau identitas lo tanpa lo kasih tau ke gue.Lagian jadi cewek judes amat."Batin Rossi sambil terkekeh pelan. Rossi pun sadar tak biasanya dia bersikap seramah ini kepada cewek.Dia merasa berbeda jika berada didekat cewek tersebut.Yang tak lain adalah Tania.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become a Parent's [END]
  • ManDavano
  • ZELASKA (On Going)
  • Legatha [END]
  • Inability✅
  • ON SIGHT (Completed)
  • Love & Enemy
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • IS IT LOVE?  [On Going]

Silahkan Follow dulu sebelum membaca... [Cerita ini murni pikiran saya sendiri, don't copy my story! Maaf jika ada kesamaan nama tokoh, ataupun kata-kata dalam cerita] • • • Cuaca malam yang dingin, seorang remaja laki-laki tidak sengaja mendengar suara tangisan saat ingin pulang ke rumah nya sehabis berkumpul dengan teman temannya di markas mereka. Dia penasaran dan mulai berjalan mendekat ke arah suara itu berada. Setelah tiba, remaja lelaki itu tampak terkejut karena ternyata dia melihat ada seorang bayi laki-laki yang menangis sendirian ditengah malam yang mencekam ini. "Bayi?" batinnya bertanya-tanya. Dia bingung dengan pikirannya sendiri, ingin menghampiri tapi..... Karena tidak mungkin dia tiba-tiba membawa seorang bayi ke rumah nya, dengan tega akhirnya dia memilih untuk segera pergi dari sana sebelum ada yang menyangka aneh-aneh tentang dirinya dan bayi itu. Saat ingin melangkah pergi tiba tiba bayi yang berusia sekitar 1 tahun itu memanggil nya..... "PAPA!" ucap bayi itu. •

More details
WpActionLinkContent Guidelines