Moon And Star

Moon And Star

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Moon and Star I Hate Night But I Like Star! Senja adalah waktu terindah yang selalu aku nantikan, dimana sang surya mulai tenggelam dan.. ya itu sangat indah. Warna jingga perlahan berubah menjadi gelap dan dipenuhi oleh bintang bintang. Aku selalu menanti untuk memandang satu bintang yang paling terang, yang selalu ada diantara beribu ribu bintang dilangit. Waktu pun terus berjalan hari, bulan, tahun pun berlalu, sampai aku berada di satu titik yaitu membenci senja. Saat itu juga aku tidak pernah meninginkan senja dan malam hari, yang aku nanti hanyalah fajar dan siang hari. Dimana itu bisa bertemu dengan seseorang yang sangat berarti bagi ku, seseorang yang selalu memberi semangat untuk aku bangun pagi, untuk aku menjalani hari dengan senyuman dan dia adalah sosok yang selalu membuat aku bahagia. Saat saat bersamamu adalah hal yang paling berharga, sampai aku ingin menghentikan waktu untuk tetap bisa bersama kamu. Tapi.. disaat senja tiba kamu menghilang entah kemana, dan aku selalu mencarimu. Dimalam hari yang sangat sunyi tanpa adanya kamu disini, membuat aku membenci malam, bahkan disaat orang orang menanti malam untuk beristirahat, aku justru menanti pagi untuk bisa bertemu kamu lagi.
All Rights Reserved
#223
ending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Bintang
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • " BYE "
  • ARGA : THE SAVAGE BOY {END}
  • Bintang Jatuh
  • MISSHELLA ✔
  • Dibawah Bintang (TAMAT)

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines