Moon And Star

Moon And Star

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 23, 2019
Moon and Star I Hate Night But I Like Star! Senja adalah waktu terindah yang selalu aku nantikan, dimana sang surya mulai tenggelam dan.. ya itu sangat indah. Warna jingga perlahan berubah menjadi gelap dan dipenuhi oleh bintang bintang. Aku selalu menanti untuk memandang satu bintang yang paling terang, yang selalu ada diantara beribu ribu bintang dilangit. Waktu pun terus berjalan hari, bulan, tahun pun berlalu, sampai aku berada di satu titik yaitu membenci senja. Saat itu juga aku tidak pernah meninginkan senja dan malam hari, yang aku nanti hanyalah fajar dan siang hari. Dimana itu bisa bertemu dengan seseorang yang sangat berarti bagi ku, seseorang yang selalu memberi semangat untuk aku bangun pagi, untuk aku menjalani hari dengan senyuman dan dia adalah sosok yang selalu membuat aku bahagia. Saat saat bersamamu adalah hal yang paling berharga, sampai aku ingin menghentikan waktu untuk tetap bisa bersama kamu. Tapi.. disaat senja tiba kamu menghilang entah kemana, dan aku selalu mencarimu. Dimalam hari yang sangat sunyi tanpa adanya kamu disini, membuat aku membenci malam, bahkan disaat orang orang menanti malam untuk beristirahat, aku justru menanti pagi untuk bisa bertemu kamu lagi.
All Rights Reserved
#667
ending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • CIRCUMPOLAR [NEW VERSION]
  • Auristela
  • When You Love Yourself (Tamat)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • " BYE "
  • MISSHELLA ✔
  • Bintang Jatuh
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • LOST MY BREATH (ON GOING)

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines