PUISIKU BUKAN PUISI

PUISIKU BUKAN PUISI

  • WpView
    Membaca 745
  • WpVote
    Vote 46
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 14, 2019
Puisiku bukan sebuah puisi. Melainkan, hanya sebatas ranah aksara yang ingin bercerita dalam bait sederhana Tentang rasa yang hanya bisa disampaikan lewat kata-kata Akan kutuangkan disini, Menjadi sebuah puisi. Benar, Semua akan kutulis dan kuluapkan disini Berdasarkan apa yang aku rasa, dengar, lihat, dan sekalipun apa yang kualami sendiri. Berisi baitbait kata-kata, sajak, maupun puisi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#332
katakata
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • Infinity
  • harapan yang pupus
  • Renjana Lara [ Slow Update ]
  • Cinta Berbalut Puisi
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • Tentang Kamu [Completed]
  • PROSA
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan