Sabda Semesta

Sabda Semesta

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 27, 2019
Bulan telah berlayar di angkasa. Kami masih dalam sapaan yang sedikit kaku itu. kami melanjutkan dalam ruang rapat untuk mempersiapkan segala hal kebutuhan di lokasi longsor. Semuanya masih tampak malu-malu untuk memperlihatkan tingkah candanya. Namun, aku masih merencakan sesuatu. Tidak jauh dari sebuaah percakapan. Dia adalah sebuah kata yang disebut dialektika. Sebab dengan dialektika kita bisa mengenal satu sama lain. Bukan dengan konsep pendidikan busuk itu. Yang sengaja membungkam nalar kritis. Sehingga antara yang pengajar dan yang diajar tak punya titik temu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • Love in Silence ✔
  • WHISPERS OF THE FORGOTTEN [HIATUS]
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • My Friend and My Bestfriend
  • Among The Stardust
  • Chantika Bulan
  • BILIK PESANTREN-KU
  • CERPENKU
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines