Sabda Semesta

Sabda Semesta

  • WpView
    Membaca 121
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Feb 27, 2019
WpInfo
Non-fiksi
Bulan telah berlayar di angkasa. Kami masih dalam sapaan yang sedikit kaku itu. kami melanjutkan dalam ruang rapat untuk mempersiapkan segala hal kebutuhan di lokasi longsor. Semuanya masih tampak malu-malu untuk memperlihatkan tingkah candanya. Namun, aku masih merencakan sesuatu. Tidak jauh dari sebuaah percakapan. Dia adalah sebuah kata yang disebut dialektika. Sebab dengan dialektika kita bisa mengenal satu sama lain. Bukan dengan konsep pendidikan busuk itu. Yang sengaja membungkam nalar kritis. Sehingga antara yang pengajar dan yang diajar tak punya titik temu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#246
sastra
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • CERPENKU
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • BILIK PESANTREN-KU
  • Chantika Bulan
  • Among The Stardust
  • Verronica (COMPLETED)
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • Sunrises ( Aku dan Pria nakal itu )  - Complete
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
CERPENKU

Beberapa cerpen yang membosankan dan suram seperti halnya bulan yang terlihat mulus dari kejauhan namun terdapat banyak sekali kawah ketika dilihat dari dekat. "Setiap apa yang Lo lakuin pasti ada makna dibaliknya!" ~ Nako-chan Selamat menikmati cerpenku 😄

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan