Sabda Semesta

Sabda Semesta

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 27, 2019
Bulan telah berlayar di angkasa. Kami masih dalam sapaan yang sedikit kaku itu. kami melanjutkan dalam ruang rapat untuk mempersiapkan segala hal kebutuhan di lokasi longsor. Semuanya masih tampak malu-malu untuk memperlihatkan tingkah candanya. Namun, aku masih merencakan sesuatu. Tidak jauh dari sebuaah percakapan. Dia adalah sebuah kata yang disebut dialektika. Sebab dengan dialektika kita bisa mengenal satu sama lain. Bukan dengan konsep pendidikan busuk itu. Yang sengaja membungkam nalar kritis. Sehingga antara yang pengajar dan yang diajar tak punya titik temu.
All Rights Reserved
#460
sastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BILIK PESANTREN-KU
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Verronica (COMPLETED)
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • Sunrises ( Aku dan Pria nakal itu )  - Complete
  • Dermaga
  • Kelas A [End]
  • My Friend and My Bestfriend
  • BINTANG&BULAN

sedikit keluh hari ini banyak kata yang ingin ku bincangkan meminta pada waktu tuk ungkapkan dengan kebersamaan ku ukir sebuah kenangan ke dalam jurang ingatan

More details
WpActionLinkContent Guidelines